where i share my words

nothing special but there’s always something special

Cerpen : Hari yang Penuh Kesialan! November 11, 2009

Filed under: story — alris1993 @ 5:19 pm
Tags: , , , , , , , , ,

Hari Kamis itu,6.20 pagi.Bukan jam bangun tidurku yang biasanya.Tidak,ternyata aku kesiangan!akupun tergesa-gesa untuk bersiap-siap,bahkan sampai tidak mandi supaya aku tidak terlambat.Kalau terlambat,bisa hancur reputasiku sebagai anak teladan di sekolah.Ketika aku akan berangkat,Ibu sudah menyiapkan sarapan untukku.Namun sayang tak sempat aku makan.Alhasil,aku sampai di sekolah tepat pukul 7.00 sesaat sebelum pintu gerbang sekolah ditutup.Akupun menuju ke kelas dengan keringat dingin di sekujur tubuh dan sialnya,Guru Bahasa Indonesiaku yang galak sudah menunggu di dalam kelas.

“Mengapa kamu datang terlambat?”,teriak guruku.Akupun menjelaskan alasan mengapa aku datang terlambat kepadanya namun karena peraturan adalah peraturan,ia tetap menyuruhku untuk keluar dan berdiri selama 2 jam pelajaran bahasa Indonesia di depan pintu kelas.Mukaku sudah seperti orang yang kehilangan nafsu untuk hidup.Perutku pun terus berbunyi menagih nasi untuk dimakan.Dengan badan yang lemas ini akupun berjuang untuk tetap berdiri selama 2 jam pelajaran Bahasa Indonesia.

Bel akhir pelajaran Bahasa Indonesia pun dibunyikan.Tandanya aku bisa duduk dan kembali mengikuti pelajaran selanjutnya.Ketika duduk dan melihat isi tasku.Aku langsung kaget dan ingin menangis karena aku lupa menyiapkan pelajaran hari itu.Aku membawa buku pelajaran hari Rabu.Ketika aku hendak meminjam buku dari temanku di kelas sebelah,guru kimia sudah ada di depan kelas dan aku tidak sempat lagi untuk meminjam buku.Untuk yang kedua kalinya,aku dihukum pada hari itu.Aku dihukum untuk menulis essay sebanyak 4 halaman buku tulis tentang materi pelajaran hari itu dan harus dikumpulkan ketika bel jam pelajaran ke 4 selesai.Akupun tergesa-gesa mengerjakannya.Saat bel tanda pelajaran usai dibunyikan.Aku hanya bisa menyelesaikan sampai pada halaman kedua.Tidak peduli,akupun langsung mengumpulkan tugas itu kepada guruku.

Akhirnya waktu istirahatpun tiba.Itu berarti aku bisa makan di kantin.Aku lupa bahwa aku tidak membawa dompet.Dan hanya uang Rp.10.000,- di kantongku untuk ongkos pulang.Itu berarti aku harus memilih antara makan atau pulang.Aku berusaha untuk meminjam uang dari temanku.Tetapi,tidak seorangpun dari mereka yang mempunyai uang untuk dipinjamkan.Malangnya diriku.Akupun memutuskan untuk tidak makan.Bel istirahat usai pun dibunyikan.

Akupun masuk kelas dengan tubuh yang sangat lemas dan mengikuti pelajaran sampai akhir.Untungnya,tidak ada satupun kesialan yang terjadi sampai sekolah usai.Namun,ketika aku baru saja akan keluar dari sekolah,langit berubah mendung dan hujan deras pun turun.Aku tidak membawa payung.Satu-satunya jalan supaya tidak kehujanan adalah menunggu.Aku pun menunggu.10 menit,30 menit,1 jam,2 jam,tak disangka hujannya turun begitu deras dan lama.Tidak kuat menunggu lebih lama lagi,akupun nekat untuk hujan-hujanan.Aku menyebrangi jalan dan menunggu untuk angkot segera datang.Ditengah hujan seperti itu,tidak ada satu angkotpun yang lewat di depan sekolahku.Aku baru ingat tadi di koran diberitakan bahwa hari ini para supir angkot melakukan demo di depan balai kota menyebabkan angkot tidak beroperasi seperti biasanya.Malangnya diriku ini.”Kalau tahu bahwa angkot tidak ada,lebih baik aku        makan saja tadi”,akupun menggumam.Akupun kemudian berjalan di tengah hujan yang deras itu.

Di tengah jalan,aku berpapasan dengan gerobak bakso.Aku membayangkan betapa nikmatnya kehangatan bakso ditengah-tengah hujan seperti ini.Akupun memutuskan untuk membeli.Nafsu makanku tidak bisa dibendung lagi.Aku menghabiskan 3 mangkok bakso sekaligus tanpa memikirkan harganya.Setelah selesai,aku baru sadar jika aku tidak membawa dompet.Akupun bertanya berapa harga yang harus aku bayar.Ternyata harganya Rp.30.000,-;sedangkan aku hanya membawa uang Rp.10.000,-.Aku meminta maaf kepada penjualnya dan bertanya apa yang harus aku lakukan.Ia pun berkata bahwa aku harus membayar sesuai dengan harga.Aku menjawab kalau aku tidak punya uang.Jadi aku harus menjual 3 mangkok bakso untuk menebusnya.Jadilah aku berjualan bakso ditengah hujan deras itu.Sampai akhirnya,terjuallah 3 mangkok bakso itu.

Setelah itu,aku melanjutkan perjalananku untuk sampai ke rumah.Di dekat gang masuk rumahku,tiba-tiba saja ada mobil melaju kencang dan menyemburkan air dan lumpur dari genangan air yang ada didekatku.Langsung saja sekujur badanku tersimbar oleh air dan lumpur.Akupun kesal dan mencaci-maki mobil tadi meskipun tidak ada gunanya.Akhirnya,akupun berhasil sampai ke rumah pukul 7 malam.Setelah itu,aku langsung mandi dan terlelap tidur.Benar-benar hari yang melelahkan.

 

One Response to “Cerpen : Hari yang Penuh Kesialan!”

  1. haha cerpen basa indonesia lo nih ris?
    lebay gila


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s